Pemain Sepak Bola Berbahaya yang Berasal dari Indonesia yang Mulai di Lupakan

Pemain Sepak Bola Berbahaya yang Berasal dari Indonesia yang Mulai di Lupakan

Membicarakan tentang pemain sepak bola berbahaya pastinya tidak jauh dari lincah, peka terhadap suasana, mampu membaca pergerakan lawan, dan cerdas. Pemain berbahaya patut selalu diwaspadai oleh para lawan-nya, selain itu mereka pasti berkesempatan menjadi calon pemain timnas dan berkarir diluar negeri. Berikut adalah beberapa pemain Indonesia yang berbahaya.

1. Irfan Bachdim

Pemain kelahiran 1988 yang memiliki darah Belanda ini bukanlah pemain yang dapat diremehkan. Dia mulai berkarir didunia sepak bola sejak tahun 2010 ditim Persema Malang direkrut oleh pelatih Timo Scheunemann bersamaan dengan Kim Jeffey Kurniawan.

Selama 3 tahun di Persema Malang dia dijadikan pemain andalan yang dapat membuka mata public saat itu sehingga Persema Malang bisa diandalkan oleh Arek Malang. Selama 13 tahun berkarir dia sudah melalui 10 klub, 4 negara, dan sekarang di PSS Sleman. Meskipun usia-nya sudah 31 tahun dia masih tidak berniat pensiun dari squad Timnas.

2. Bambang Pamungkas

Pemain kelahiran 1980 yang dikenal Bepe pastinya tidak asing di telinga warga Indonesia. Awal karir dia bermain di Timnas U-19 di tournament Piala asia dan membawa pulang gelar “Top Scorer” karena mencetak tujuh gol selama tournament berlangsung.

Prestasi yang diperoleh memberikan modal untuk mencoba masuk seleksi tim Persija pada tahun 1999. Pada awal tahun 2005, ia memutuskan untuk bergabung dengan Selangor FC di Malaysia. Disana Bepe berhasil membawa tim-nya memenangkan Piala FA Malaysia. Banyak prestasi yang diraih Bepe setelah kembali pulang ke pangkuan Persija. Namun, 2019 adalah akhir dari Bepe berlaga. Saat ini dia diangkat menjadi manajer Persija.

3. Cristian Gonzales

Pemain kelahiran 1976 yang lahir di Uruguay yang sekarang bermain sebagai striker di PSIM Yogyakarta. Pencetak gol terbanyak di Liga Indonesia memulai karirnya di Indonesia pada tahun 2003 di PSM Makassar yang sebelumnya pernah memperkuat Timnas Uruguay pada tahun 1994-1996.

Setelah dia memperkuat PSM Makassar selama dua musim dia melajutkan karir bersama dengan Persik Kediri dan mencatat 174 gol dari 106 penampilan. Pada 2009 namanya membesar setelah bergabung dengan Persib Bandung dan memutuskan membuat paspor Indonesia. Pada tahun 2003 dia menjadi pemain naturalisasi pertama yang dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia saat itu.

4. Kurnia Meiga

Pria kelahiran Jakarta, 1990 ini adalah seorang penjaga gawang legendaris asal tim Arema Malang. Pria dengan tinggi 186 cm yang mempunya reflek yang bagus mendorong namanya sebagai penjaga gawang utama di Indonesia U-23 dibawah asuhan pelatih Rahmad Darmawan.

Pada Kompetisi ISL 2009/2010, dia dinobatkan sebagai pemain terbaik yang mampu menyingkirkan nama Aldo Bareto, Christian Gonzales, dan Ricardo Salampessy. Pada tahun 2017 cedera misterius menyerang matanya yang mengharuskan dia rehat dan hilang dari dunia sepak bola.

About the author