Tantangan Kompetisi Liga 1 2020 yang Digelar Saat Pandemi Virus Corona

Tantangan Kompetisi Liga 1 2020 yang Digelar Saat Pandemi Virus Corona

mepis-deb Kompetisi Liga 1 pada tahun 2020 berbeda dengan kompetisi pada tahun-tahun sebelumnya. Bagaimana tidak, saat ini telah terjadi pandemic virus corona yang menyebabkan semua aspek dalam kehidupan berubah. Pasalnya, virus ini dapat tertular antar manusia dan masih belum memiliki vaksin yang dapat menyembuhkannya. Berikut merupakan tantangan kompetisi liga 1 yang dikemas berdasarkan aturan.

Menjalankan Protokol Kesehatan

Seiring berjalannya waktu, kurva penderita virus corona semakin tinggi sehingga dalam kompetisi liga 1 ini PT Liga Indonesia telah mempersiapkan protocol kesehatan yang ketat. Semua pemain serta karyawan harus menjalani rapid tes seminggu sekali untuk mencegah terpaparnya virus corona.

Protokol kesehatan ini dilakukan pada saat pertandingan berlangsung maupun pada saat latihan rutin dilakukan. Physical atau social distancing tetap dilakukan merujuk pada kompetisi yang berlangsung di liga Jerman. Selebrasi dilarang karena dapat menyebabkan kerumunan yang berpotensi menularkan virus. Oleh karena itu pemain cadangan disebar bahkan diletakkan di tribun penonton.

Protokol pertandingan dan kompetisi yang dijalankan juga berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Beberapa hal seperti jabat tangan sebelum pertandingan, larangan meludah, pengaturan jarak antara wasit dan pemain, serta aturan ketat pada saat dilakukan konferensi pers menjadi protokol kesehatan yang wajib diberlakukan pada saat kompetisi berlangsung.

Tes suhu, sterilisasi stadion, serta penggunaan masker dan sarung tangan juga wajib dilakukan pada saat kompetisi berlangsung. Sehingga protokol kesehatan ini diberlakukan agar penyelenggara dan pelaksana dapat mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Permasalahan Keuangan

Tidak hanya berdampak pada masyarakat, permasalahan keuangan ini juga berdampak pada seluruh klub yang tergolong dalam PSSI. Hal ini dapat dilihat dari adanya pemotongan gaji pada pemain akibat dihentikannya kompetisi dalam waktu 3 bulan yang lalu. Tidak hanya itu, adanya peraturan tes rapid yang dilakukan seminggu sekali membuat kas semakin berkurang karena biayanya yang mahal.

Permasalahan keuangan ini menjadi semakin parah karena penonton masih belum diperbolehkan datang ke stadion pada saat pemain latihan atau melakukan kompetisi. Padahal penonton menjadi sumber pemasukan paling besar selain investor yang memberikan dukungan dana pada klub-klub yang sedang berkompetisi.

Lima Pergantian Pemain

Tantangan kompetisi liga 1 selanjutnya adalah adanya lima pergantian pemain yang bertujuan untuk menjaga fisik dan kesehatan pemain. Hal ini diberlakukan karena kurang lebih 2 bulan pemain tidak bertanding sehingga stamina perlu dijaga dengan baik. Badan Regulasi Sepak Bola Internasional (IFAB) telah menyetujui proposal terkait penambahan pergantian pemain ini dengan syarat tertentu.

Tantangan kompetisi liga 1 yang berlangsung pada tahun 2020 ini memang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Namun adanya pelaksanaan pertandingan ini dapat menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat yang tengah menjalani karantina atau melakukan aktivitas dirumah selama masa pandemi.

About the author